https://www.dw.com/
https://www.dw.com/

Demonstrasi  menjadi lokomotif yang digemari rakyat secara umum sebagai berikhtiar dalam berpendapat. Tentunya dalam berpendapat tersebut dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar terhadap berbagai problematika publik.

Islam sendiri membolehkan aksi protes dalam perkara hukum, politik, maupun masalah sosial lainnya. Bahkan antar teman sendiri atau orang di sekelilingnya, apalagi bila ia dalam keaadan terzholimi, maka ia boleh untuk menyangkalnya (protes) dengan berbagai sarana atau media yang diperlukan. Dengan tanpa tindakan membalas berbentuk kezholiman lain yang justru akan  merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga seorang muslim seharusnya melakukan aksi protes dengan segala sarana ma’ruf. (kitab Fiqhu al-Iihtijaj, Dr. Raisuni)

Dalil dari Alqur’an mengenai sikap menentang terhadap kedzoliman

لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa : 148)

Dalam tafsirnya, Imam asy-Syaukani berkomentar tentang ayat ini. Para ahli ilmu berbeda pendapat mengenai tatacara “al-jahru bi as-suu’” (mengucapkan suatu keburukan seseorang dengan terang-terangan) yang diperbolehkan untuk yang terzholimi. Ada yang menyatakan hendaknya mendoakannya, sebaliknya juga yang berpendapat, tidak mengapa mengucapkan kepada khalayak bahwa “Fulan telah menzholimi saya.” atau “Si fulan telah berbuat zholim.”, atau ucapan semisalnya. Allah lebih menyukai (berpihak) terhadap orang yang terzholimi dari pada yang pelaku kezholiman.

Dalil dari As-Sunnah

Diantara dalil yang digunakan oleh kelompok yang membolehkan demonstrasi adalah hadits dari Abu Hurairah sebagai berikut:

Ada laki-laki yang mendatangi Rasulullah ﷺ lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh aku mempunyai tetangga yang (kebiasaannya) menyakitiku.” maka Nabi ﷺ menjawab, “Sabarlah!” (beliau mengucapkan tiga kali). Namun lelaki tersebut mengulangi lagi aduannya. Maka beliau bersabda, “Lemparkanlah perabotan rumahmu kejalan!” Maka lelaki tersebut melakukannya, kemudian manusia berkerumun karena hal tersebut, lalu mereka berkata, “Apa yang terjadi denganmu?” dia menjawab, “Aku mempunyai tetangga yang (selalu) menyakitiku.” kemudian dia menceritakan masalahnya. Lantas mereka berkata, “Semoga Allah melaknatnya.” Maka tetangga (yang menyakiti) mendatanginya dan berkata kepadanya, “Pulanglah kerumahmu, demi Allah, aku tidak akan menyakitimu lagi selamanya.”

Demikianlah Islam mengatur hubungan manusia bahkan perlunya melakukan aksi protes dalam rangka menentang suatu kezholiman. Dalam situasi saat ini, saat sebagian masyarakat memilih turun kejalan, hal itu tidak bisa seutuhnya disalahkan. Aksi penolakan terhadap Undang-undang atau kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat bisa disebut sebagai kezholiman yang perlu diperjuangkan untuk diruntuhkan. Banyak pilihan untuk ber-Amar ma’ruf nahi mungkar dan salahsatunya adalah protes melakukan aksi demonstrasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here