Pawai miniatur truk dan lampion meriahkan takbir keliling MI Muhammadiyah Kamulan Jumat (8/7). Sebagian besar peserta dalam acara tersebut adalah siswa-siswi dari PAUD, BA Aisyiyah serta Siswa MI Muhammadiyah Kamulan, Durenan-Trenggalek.

Rute 5 Km dengan Ribuan Peserta

Pukul 19.30 WIB acra dimulai dengan pesta kembang api. Rute yang dilalui peserta meliputi wilayah Desa Kamulan dan Desa Pakis dengan jarak sejauh 5 Km yang terbagi menjadi 7 POS.

Menurut kepala sekolah MIM Kamulan, peserta yang turut memeriahkan acara malam takbiran tersebut terhitung ribuan. Sebab hampir seluruh masyarakat yang dilewati rute takbiran turut memeriahkan pawai.

“Kami perkirakan ada ribuan peserta yang ikut pawai, terdiri dari siswa, orang tua wali, peserta miniatur, lingkungan Remaja Masjid Germas Al Fajar bahkan ada peserta dari Tulungagung” Jelas Ibnu Mubarok selaku kepala MIM Kamulan.

Selain untuk menarik antusiasme warga, tradisi lampion dan truk keliling juga menjadi media kreatifitas siswa sekaligus bentuk dakwah dalam rangka menyambut takbiran malam Idul Adha.

“Lampion yang dibuat oleh siswa secara mandiri dengan model bermacam-macam yang tentunya berkaitan dengan nuansa Islami, sesuai dengan tema Gema Takbir sebagai media Dakwah Menauladhani Nabi Ibrahim AS.” sambung Ibnu Mubarok.

53 Klub Pawai dengan Dukungan dari Berbagai Unsur

Suksesnya acara ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Dukungan tersebut diantaranya dari kapolsek Durenan, keluarga MIM Kamulan, Remaja Masjid, orang tua wali, Pemerintah Desa Kamulan, BKTM Kamulan, Babinkamtibmas Kamulan, PCPM Durenan serta dari Takmir Masjid Sunan Kalijaga Kamulan.

“Peserta miniatur truk yang ikut partisipasi kegiatan ini mencapai 53 club, sebenarnya panitia sudah membatasi peserta agar tidak terlalu malam dan panitia lebih mudah mengatur, mengendalikan kedisiplinan peserta” ungkap Ketua Panitia Candra Prasetyo.

Kegitan hiburan dan dakwah ini dipilih oleh keluarga besar MIM Kamulan beserta TK-PAUD Aisyiyah, agar masyarakat kamulan juga turut mendukung pengembangan madrasah.

“Kegiatan ini sebagai sarana pengenalan dan pengembangan keberadaan PAUD- BA Aisyiyah serta MIM Kamulan agar bisa dikenal oleh masyarakat luas, tak hanya itu ada roda ekonomi masyarakat juga ikut bergerak karena disekitaran lokasi terdapat warga dan UMKM yang berjualan memanfaatkan moment ini, jadi Insya Allah kegiatan ini akan digelar rutin setiap tahun dan dimasukkan dalam kalender kegiatan MIM Kamulan”. Pungkas Mubarok. (INFOKOM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Moment Perkemahan Arafah, Santri MBS HS Watulimo Lakukan Ini !

Para santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Haji Suyoto lakukan kegiatan Perkemahan Arofah…