FKUB TRENGGALEK

Memasuki era new normal sepasca pandemi covid-19, Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Trenggalek mengawali kegiatan di normal baru dengan menghadirkan para penasehat, pengurus dan generasi muda lintas agama lewat gelar acara rapat koordinasi. Acara tersebut diadakan di Gedung Bhawarasa Kabupaten Trenggalek lantai 1. Dalam rapat koordinasi tersebut hadir beberapa pejabat pemerintahan diantaranya kemenag kabupaten Trenggalek yang diwakili oleh Kasubag TU Kemenag Kabupaten Trenggalek H. Mustofa Al Hamdani,M.S.I, hadir pula forkopimda diantaranya dari kodim 0806 Trenggalek dan Polres Trenggalek.

Segenap penasehat dan pengurus FKUB Kabupaten Trenggalek yang terdiri dari Islam, Kristen, Katolik dan Hindu juga ikut hadir dalam acara tersebut. Pertemuan yang tidak hanya lintas usia, tapi juga lintas usia itu berjalan dengan hikmat dan lancar dibawah pengatur acara H.Mahsun Ismail,S.Ag.MM.

Selaku pembawa acara mengharapkan dalam acara yang singkat ini bisa dimaksimalkan dikarenakan masa pandemi maka acara harus dibatasi waktu. Ketua FKUB Kabupaten Trenggalek KH.Maksum memberikan sambutan sebagai pembuka acara untuk membiasakan menebar senyum sebagai bentuk hubungan harmonis antara manusia. Selain itu di masa pandemi ini kita harus mematuhi protokol pemerintah sebagai bentuk ketaatan kita kepada ulil amri. Beliau juga mewasiatkan bahwa Trenggalek menjelang pilbup harus tetap menjaga kondusifitas bermasyarakat. Meskipun beda pilihan jangan jadikan terpecah belah dan tercerai berai. Siapapun yang jadi maka itu adalah bupati kita, harus kita akui dan kita taati.

H.Mustofa Al Hamdani,M.S.I dalam sambutannya juga menyinggung masalah mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi covid 19 ini. Demikian juga agar tetap menjaga kerukunan di masa pilbup, karena dahulu ada suami istri cerai gara-gara beda pilihan. Ini menjadi keprihatinan karena semua punya itikat baik dan tujuan pembangunan Trenggalek yang baik pula. Kasubag TU Kemenag Trenggalek juga menjelaskan untuk senantiasa menjaga tri.kerukunan antar umat beragama yaitu kerukunan antar umat seagama (intern), kerukunan antar umat berbeda agama (ekstern) dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Kebersatuan dalam sebuah ukhuwah akan menguatkan kita dalam menghadapi setiap permasalahan salah satunya adalah covid-19 ini.

Kasat intel polres Trenggalek yang diwakili oleh personil intel dari Polres Trenggalek dalam kesempatan kali ini juga ikut memberi ulasan bahwa tanggal 9 Desember 2020 Kabupaten Trenggalek akan mengadakan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati trenggalek. Maka mari bersama-sama menjaga keamanan pesta demokrasi tersebut dan ikut pula menjaga keamanan Kabupaten Trenggalek terkait dengan radikalisme dan terorisme. Bentuk terorisme dan radikalisme timbul karena beberapa faktor diantaranya ekonomi, politik, sosial dan budaya. Keinginan menguasai, keinginan berkuasa dan keinginan ingin memiliki bisa jadi penyebab terorisme dan radikalisme. Bentuk terorisme dan radikalisme akan menimbulkan ketakutan, ketidak nyamanan, hilangnya rasa aman dan lain-lain. Perlu ada antisipasi bahwa Trenggalek ada 2 orang yang ikut isis yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

Perwakilan dari Kodim 0806 juga ikut memberikan sedikit ulasan terkait dengan penyikapan keamanan dan kerukunan khususnya Trenggalek dan umumnya Indonesia dan dunia. Perlu kita selalu waspada bahwa pandemi virus corona ini belum selesai. Trenggalek masuk pada zona kuning. Virus ini tidak kelihatan, untuk itu kita harus tetap waspada dan selalu mengikuti protokol kesehatan. Maka dalam penertiban jika ada yang tidak mengikuti protokol kesehatan utamanya masker, maka jika ketemuan tidak pakai masker maka akan ditindak tegas melalui sanksi sosial. Salah satu anggota forkopimda dari jajaran TNI ini juga menjelaskan hati-hati mengambil foto dan mengupload foto, karena jarimu adalah harimaumu. Jangan sampai terjadi asal ngeshare berita, foto, video dll yang akhirnya terjerat dalam lingkaran tanpa henti dalam sebuah masalah apalagi sampai melanggar UU ITE. Maka tetap pelajari dulu, lihat dulu dan teliti dulu sebelum share informasi, foto dan video.

Dalam forum ini perwakilan dari pemuda Muhammadiyah ikut nimbrung bahwa kerukunan dan ukhuwah diantara kita baik lintas agama maupun lintas organisasi ini akan tetap menjaga karena pemuda pada umunya adalah kaum akademisi, namun yang dikawatirkan adalah adanya provokasi atau pemanas dari luar. Maka perlu adanya forum diskusi baik tatap muka maupun lewat media untuk menanggulangi adalanya informasi yang salah atau provokatif, dan bagus juga jika ada deklarasi damai dan rukun antara pemuda lintas agama ini. Perwakilan pemuda gereja juga menambahkan kerinduan terhadap kegiatan bersama untuk menjalin kerukunan itu, dan perlu juga adanya pendidikan di kalangan muda supaya tidak mudah terprovokasi dan panas karena provokasi tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here